Pada hari Senin, 29 Desember 2014. Taman Bahagia, kedatangan Tamu Spesial dari Rumah Tahfidz Al Islam, Pasirwangi. Rombongan yang terdiri dari Guru, Siswa serta Orang Tua siswa ini akan melaksanakan pembagian Rapor serta Ikut berbagi kebahagiaan di Taman Bahagia. Pada kesempatan kali ini, para siswa juga mendapatkan motivasi supaya dapat menjadi siswa yang semangat dan bertekad untuk menjadi seorang penghafal Al Qur'an dari Kak Indra, salah seorang personil Taman Bahagia. Tidak hanya itu, para guru juga memberikan hadiah kepada siswa yang berani menampilkan kemampuannya dalam menghafal surat-surat Al-Qur'an. Satu hal yang harus kita ingat dan ambil pelajaran adalh mencintai apa yang kita lakukan agar tujuan kita tercapai. :-)
Minggu, 04 Januari 2015
Mencetak Generasi Al Qur'an bersama Rumah Tahfidz Al Islam
Posted on 1/04/2015 05:44:00 PM by Unknown
Sabtu, 03 Januari 2015
Transformasi Berbasis IKHLAS
Keunggulan tanpa kemandirian. samakah dgn broker?. Kemandirian adalah memastikan hal utama dan strategis dipenuhi oleh kekuatan internal, outsourcing prinsipnya utk hal hal pendukung yg tdk signifikan, jika tidak memperhatikan kemandirian siap siap waktu akan merontokkan keunggulan!. ya... ketika tahapan transformasi kemandirian di loncati demi untuk seakan telah berhasil dan hebat. Model transformasi yang disajikan kehidupan sebagai contoh ayat kauniyah untuk memberi hidayah pada manusia adalah proses perubahan dari ulat menjadi kupu-kupu yang indah, sebelum keindahan muncul ada satu proses "kepompong", yang didalamnya merupakan tahapan "kawah candra dimuka" yang jika mampu dilalui dengan baik dan benar akan akan menghasilkan keindahan yang membahagiakan.
Alhamdulillah pelajaran dari hal diatas, bisa menggabung berbagai konsep menjadi satu kerangka yg lebih sempurna tentang proses transformasi menuju kesempurnaan berbasis IKHLAS.
1. Ada : kita punya kemampuan, produk, karya atau kegiatan yg dilakukan sendiri yg merupakan bukti keberadaan atau eksistensi, atau kewajiban asasi manusia (KAM), Ini kata kuncinya adalah Kemandirian.
2. Kualitas : Kita bukan sekedar ada namun mulai menjamin semuanya berkualitas, ini kata kuncinya adalah Pengendalian.
3. Kepuasan : Kualitas mempertimbangkan kebutuhan orang lain atau customer, lebih banyak mendengarkan dibandingkan mempromosikan atau menjual. Kata kuncinya adalah Kebijaksanaan dan Kerendahan hati.
4. Nilai : Kita tdk hanya menyesuaikan dgn kebutuhan dan memuaskan, tetapi memastikan sesuatu itu memberikan manfaat dan minimal risikonya bagi orang lain, customer atau stake hoder, sehingga mereka loyal dan menjadi orang yg merekomendasikan kepada orang lain. Kata kuncinya adalah Kepedulian dan kehebatan
5. Spiritual : Kepedulian dan kehebatan kita telah membuat orang lain, customer atau stakehoder menjadi advocate atau pendukung setia. Mereka mengikuti bukan untuk kepentingan atau kenikmatan tertentu tetapi dengan kebahagiaan yg mereka alami tanpa peduli apakah risiko mereka besar atau kecil, yg tertingginya adalah mereka mau mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yg telah menjadi spiritnya. Bukan lagi apa yg akan didapatkan tetapi apa yg dapat mereka kontribusikan dengan bahagia. Kata kuncinya adalah Keikhlasan.

Keikhlasan perlu dihadirkan dari sejak mengupayakan "ada", dengan keihklasan proses transformasi setiap tahapan akan terasa membahagiakan, semua tahapan menjadi bahan baku bangunan kebahagiaan kita. Berbicara IKHLAS ada kaitannya dengan bab NIAT.
Niat di Taman Bahagia, dijadikan zona secara khusus, untuk mengingatkan semua orang akan pentingnya IKHLAS bagi kebahagiaan hidup. IKHLAS identik keaslian yang didasari dengan keyakinan atau keimanan yang tepat terhadap kekuatan yang melebihi kemampuan manusia, sesuatu yang seharusnya menjadi tujuan dan orientasi manusia.
Semoga IKHLAS selalu menyertai dan menjadi warna dalam setiap aktivitas dan penggunaan sumber daya yang kita lakukan, aktivitas yang benar-benar asli, bukan pencitraan apalagi tipuan, karena itulah yang menjadi gerbang kebahagiaan. IKHLAS sangat dibutuhkan dalam transformasi, semakin tinggi dan sempurna yang akan dicapai maka akan semakin dekat dengan semakin "ketiadaan", tiada berharap balasan sepenuhnya mencari Ridho-Nya.
Pertanyaannya, Bisakah Ikhlas berlaku di dunia profesional atau dunia bisnis?, atau pendekatan Ikhlas (spiritual) hanya bisa berjalan di dunia sukarelawan?, tentunya akan menjadi kekuatan luar biasa, baik bagi organisasi sektor publik maupun swasta jika semakin banyak pegawai atau karyawannya yang IKHLAS. Ini bukan tentang anti kompensasi, tetapi menempatkan kompensasi sebagai dampak dari suatu kinerja, berbicara IKHLAS bukan berarti meniadakan kompensasi. Ini adalah penyempurnaan kompensasi, menuju kompensasi yang lengkap baik material maupun spiritual.
Tidak sedikit manusia atau organisasi yang menolak hal-hal yang bernuansa spiritual, sehingga mereka hanya mampu merumuskan apa yang disebut dengan keaslian sebagai TULUS, mereka mempunyai keaslian yang tinggi namun tidak disadari dengan keimanan yang tepat, ada juga mereka yang sudah menolak spiritual namun tampil bak yang paling spiritual, biasanya karena adanya kepentingan untuk dinegosiasikan, itulah yang disebut MUNAFIK (penuh tipu daya). Dilain sisi ada juga yang sebatas CITRA, sekedar nampak atau agar dikenal luas.
Seperti apakah NIAT anda?, apapun itu yang terpenting sekarang kesadaran IKHLAS telah merasuk dalam diri kita semua dan akan mempengaruhi setiap lintasan pikiran, emosi, ucapan dan berbagai perilaku, kebiasaan hingga membudaya dalam kehidupan kita. Ingatlah IKHLAS itu membahagiakan.
Keunggulan tanpa kemandirian. samakah dgn broker?. Kemandirian adalah memastikan hal utama dan strategis dipenuhi oleh kekuatan internal, outsourcing prinsipnya utk hal hal pendukung yg tdk signifikan, jika tidak memperhatikan kemandirian siap siap waktu akan merontokkan keunggulan!. ya... ketika tahapan transformasi kemandirian di loncati demi untuk seakan telah berhasil dan hebat. Model transformasi yang disajikan kehidupan sebagai contoh ayat kauniyah untuk memberi hidayah pada manusia adalah proses perubahan dari ulat menjadi kupu-kupu yang indah, sebelum keindahan muncul ada satu proses "kepompong", yang didalamnya merupakan tahapan "kawah candra dimuka" yang jika mampu dilalui dengan baik dan benar akan akan menghasilkan keindahan yang membahagiakan.
Alhamdulillah pelajaran dari hal diatas, bisa menggabung berbagai konsep menjadi satu kerangka yg lebih sempurna tentang proses transformasi menuju kesempurnaan berbasis IKHLAS.
1. Ada : kita punya kemampuan, produk, karya atau kegiatan yg dilakukan sendiri yg merupakan bukti keberadaan atau eksistensi, atau kewajiban asasi manusia (KAM), Ini kata kuncinya adalah Kemandirian.
2. Kualitas : Kita bukan sekedar ada namun mulai menjamin semuanya berkualitas, ini kata kuncinya adalah Pengendalian.
3. Kepuasan : Kualitas mempertimbangkan kebutuhan orang lain atau customer, lebih banyak mendengarkan dibandingkan mempromosikan atau menjual. Kata kuncinya adalah Kebijaksanaan dan Kerendahan hati.
4. Nilai : Kita tdk hanya menyesuaikan dgn kebutuhan dan memuaskan, tetapi memastikan sesuatu itu memberikan manfaat dan minimal risikonya bagi orang lain, customer atau stake hoder, sehingga mereka loyal dan menjadi orang yg merekomendasikan kepada orang lain. Kata kuncinya adalah Kepedulian dan kehebatan
5. Spiritual : Kepedulian dan kehebatan kita telah membuat orang lain, customer atau stakehoder menjadi advocate atau pendukung setia. Mereka mengikuti bukan untuk kepentingan atau kenikmatan tertentu tetapi dengan kebahagiaan yg mereka alami tanpa peduli apakah risiko mereka besar atau kecil, yg tertingginya adalah mereka mau mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yg telah menjadi spiritnya. Bukan lagi apa yg akan didapatkan tetapi apa yg dapat mereka kontribusikan dengan bahagia. Kata kuncinya adalah Keikhlasan.
Keikhlasan perlu dihadirkan dari sejak mengupayakan "ada", dengan keihklasan proses transformasi setiap tahapan akan terasa membahagiakan, semua tahapan menjadi bahan baku bangunan kebahagiaan kita. Berbicara IKHLAS ada kaitannya dengan bab NIAT.
Niat di Taman Bahagia, dijadikan zona secara khusus, untuk mengingatkan semua orang akan pentingnya IKHLAS bagi kebahagiaan hidup. IKHLAS identik keaslian yang didasari dengan keyakinan atau keimanan yang tepat terhadap kekuatan yang melebihi kemampuan manusia, sesuatu yang seharusnya menjadi tujuan dan orientasi manusia.
Semoga IKHLAS selalu menyertai dan menjadi warna dalam setiap aktivitas dan penggunaan sumber daya yang kita lakukan, aktivitas yang benar-benar asli, bukan pencitraan apalagi tipuan, karena itulah yang menjadi gerbang kebahagiaan. IKHLAS sangat dibutuhkan dalam transformasi, semakin tinggi dan sempurna yang akan dicapai maka akan semakin dekat dengan semakin "ketiadaan", tiada berharap balasan sepenuhnya mencari Ridho-Nya.
Pertanyaannya, Bisakah Ikhlas berlaku di dunia profesional atau dunia bisnis?, atau pendekatan Ikhlas (spiritual) hanya bisa berjalan di dunia sukarelawan?, tentunya akan menjadi kekuatan luar biasa, baik bagi organisasi sektor publik maupun swasta jika semakin banyak pegawai atau karyawannya yang IKHLAS. Ini bukan tentang anti kompensasi, tetapi menempatkan kompensasi sebagai dampak dari suatu kinerja, berbicara IKHLAS bukan berarti meniadakan kompensasi. Ini adalah penyempurnaan kompensasi, menuju kompensasi yang lengkap baik material maupun spiritual.
Tidak sedikit manusia atau organisasi yang menolak hal-hal yang bernuansa spiritual, sehingga mereka hanya mampu merumuskan apa yang disebut dengan keaslian sebagai TULUS, mereka mempunyai keaslian yang tinggi namun tidak disadari dengan keimanan yang tepat, ada juga mereka yang sudah menolak spiritual namun tampil bak yang paling spiritual, biasanya karena adanya kepentingan untuk dinegosiasikan, itulah yang disebut MUNAFIK (penuh tipu daya). Dilain sisi ada juga yang sebatas CITRA, sekedar nampak atau agar dikenal luas.
Seperti apakah NIAT anda?, apapun itu yang terpenting sekarang kesadaran IKHLAS telah merasuk dalam diri kita semua dan akan mempengaruhi setiap lintasan pikiran, emosi, ucapan dan berbagai perilaku, kebiasaan hingga membudaya dalam kehidupan kita. Ingatlah IKHLAS itu membahagiakan.
Jumat, 02 Januari 2015
MOTIVASI dan ORIENTASI untuk Orang Hebat, Sukses dan Super.
MOTIVASI?... beberapa orang meremehkannya, seakan hal tersebut hanya kebutuhan orang-orang yang sedang "dalam proses menjadi" atau sedang "berjuang mencapai kesuksesan"... seakan menjadi hal yang tabu untuk diajarkan, dibahas atau disampaikan kepada kalangan dewasa apalagi untuk yang sudah sukses dan berhasil dalam karirnya.
Coba kita tengok lagi bagaimana pentingnya MOTIVASI
Kinerja = Motivasi (Kemampuan + Kesempatan + Lingkungan)
Kinerja = Motivasi (Kemampuan + Kesempatan + Lingkungan)
Rumusan tersebut mengajarkan bahwa tanpa motivasi (motivasi = 0) maka kinerja tidak akan pernah terwujud, sehebat apapun kemampuan, sebesar apapun kesempatan dan sekondusif apapun lingkungan. Rumus matematika menyatakan bahwa apapun yang dikalikan dengan nol hasilnya adalah nol.
Idealnya, mereka yang sukses, orang hebat dan karir tinggi, harus semakin membutuhkan motivasi, karena semakin tinggi akan semakin besar godaan serta semakin kecil semangat belajarnya (sudah merasa hebat). Satu bagian dari MOTIVASI yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang sudah hebat adalah ORIENTASI, bagaimana mereka perlu dimotivasi terus agar tetap dalam orientasi yang baik dan benar. Godaan kehebatan dan kekuasaan adalah kecenderungan untuk sombong dan berbuat sesukanya melakukan penyimpangan atau kerusakan (Power tend to corrupt).
Jadi sampai kapanpun dan semakin tinggi karir dan semakin hebat prestasi, semakin membutuhkan untuk belajar terus motivasi, khususnya terkait ORIENTASI.
Semangat Pagi...pagi...pagiiiiii...pagiiiiiiiiii.... bagus itu!
Rabu, 31 Desember 2014
Visi dan Misi Taman Bahagia
Posted on 12/31/2014 08:02:00 AM by Unknown
Visi
Pusat
Keunggulan Ulul Albab
Misi
Menyebarkan kebahagian dan mengajak semua manusia untuk
1. Selalu INGAT dalam berbagai situasi dengan bahagia
2. Memberi MANFAAT bagi orang lain dengan bahagia
3. Saling belajar dan menginspirasi dengan bahagia
Nilai-Nilai Komunitas Taman Bahagia
Nilai-nilai untuk mencapai tujuan Komunitas Taman Bahagia disingkat Menjadi CERIA
1. CINTA
2. Emphati
3. Responsif
4. Ikhlas
5. Amanah
Internalisasi Nilai-Nilai
Posted on 12/31/2014 06:55:00 AM by Unknown
PERMANENSI PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU
Kelman (1958) dan Brigham (1991) menyebutkan adanya tiga proses sosial yang berperan dalam proses perubahan sikap dan perilaku, yaitu kesediaan (compliance), identifikasi (identification), dan internalisasi (internalization). Integritas sebagai suatu proses sosial yang ditujukan untuk mengatasi korupsi di Indonesia, dengan demikian salah satu upaya perubahannya dapat dilakukan melalui tiga proses perubahan sosial dari Kelman dan Brigham tersebut.
Kesediaan
Kesediaan terhadap integritas (Integrity Compliance) adalah ketika individu bersedia menerima pengaruh untuk berintegritas dari orang lain atau dari kelompok lain, dikarenakan ia berharap untuk memperoleh reaksi atau tanggapan positif dari pihak lain tersebut. Kesediaan semacam ini biasanya tidak berasal dari hati kecil atau hati nurani seseorang, tetapi lebih merupakan cara untuk sekedar memperoleh reaksi positif seperti pujian, dukungan, simpati dan semacamnya sambil menghindari hal-hal yang dianggap negatif, atau sering disebut sebagai pencitraan. Perubahan perilaku terkait integritas dengan proses "kesediaan" ini tidak akan dapat bertahan lama dan biasanya hanya tampak selama tersedia reaksi positif dari perilaku integritas. Namun walaupun demikian proses "kesediaan" untuk memperoleh aksi positif tidak selalu berarti jelek, kadang hal tersebut diperlukan dalam pergaulan sosial, namun akan menjadi tidak tepat ketiga proses perubahan sosial jenis "kesediaan" menjadi orientasi dan mendapatkan prioritas tinggi dalam alokasi sumber daya dan energi.
Identifikasi
Identifikasi integritas terjadi apabila individu meniru integritas seseorang at kelompok lain dikarenakan integritas sudah sesuai dengan apa yang dianggapnya sebagai bentuk hubungan yang menyenangkan antara dia dengan yang memberikan pengaruh terkait integritas. Pada anak-anak dan orang berusia muda proses identifikasi tampak jelas, dengan mudah kita dapat mengamati adanya peniruan sikap dari model yang diidolakannya. identifikasi bukan selalu berarti meniru sikap positif yang serupa, akan tetapi dapat juga berupa pengambilan sikap yang diperkirakan a
Sebagai contoh, seorang pekerja menunjukkan perilaku berintegritas sebagaimana yang diharapkan oleh pimpinan atau atasannya, dan menjalankan nasihat serta saran atasannya tersebut dengan maksud untuk memelihara hubungan baik dengan atasan yang memiliki harapan tertentu pada dirinya.
Identifikasi dapat terjadi sekalipun integritas yang ditiru itu belum tentu sesuai dan memuaskan bagi individu yang bersangkutan, akan tetapi dikarenakan integritas itu membawa pada kepuasan hubungan dengan orang lain. Kepuasan hubungan tersebut berhubungan dengan situasi tertentu, tempat individu berada dan peran apa yang dibawakan.
Seorang pegawai akan berintegritas sebagaimana idealnya seorang pegawai di kantor, akan tetapi dia akan mengidentifikasikan integritas sebagaimana idealnya seorang ayah apabila se h vfmn
BAWAH SADAR ADALAH SADAR
Ketika Anda selesai membaca judul diatas, dalam seketika muncul pemahaman bahwa bawah sadar adalah bagian dari sadar. Seiring dengan keluar dan masuk nafas serta semakin fokus diri anda, membuat pemahaman tersebut semakin kuat dan mengkristal dalam keyakinan.
Anda penasaran untuk semakin mengenali fenomena bawah sadar dan tidak sadar, hal tersebut didorong oleh kenyataan di masyarakat yang masih sering menyatukan antara bawah sadar dengan tidak sadar. Penasaran seperti itu, akan terjawab ketika kita mengembalikan kepada asal katanya.
Anda penasaran untuk semakin mengenali fenomena bawah sadar dan tidak sadar, hal tersebut didorong oleh kenyataan di masyarakat yang masih sering menyatukan antara bawah sadar dengan tidak sadar. Penasaran seperti itu, akan terjawab ketika kita mengembalikan kepada asal katanya.
Sadar dan tidak sadar berasal dari kata conscious dan unconscious, sedangkan bawah sadar adalah sub conscious, pada prakteknya sering kali sub conscious atau bawah sadar disamakan dengan unconscious (tidak sadar), padahal bawah sadar adalah sadar juga, makanya disebut bagian dari sadar (sub conscious), hanya memang bawah sadar merupakan fenomena sadar yang memiliki kondisi yang khas dan keunikan tersendiri yang dapat diutilisasi baik untuk hal positif maupun yang negatif.
Pernahkah anda mendengar, melihat dan mengalami peristiwa bawah sadar?, pikiran anda langsung ingat akan cerita seseorang yang dapat melewati pagar yang tinggi saat dikejar anjing, atau anda punya pengalaman sendiri dimana anda mampu melakukan sesuatu yang luar biasa, dan pikiran anda bertanya "kok bisa yah?", atau dilain kesempatan anda mencobanya kembali namun tidak berhasil. Mungkin anda bertanya "Fenomena tersebut bawah sadar atau tidak sadarkah?".
Keberagaman pengetahuan tentang bawah sadar dan tidak sadar, menimbulkan keberagaman sikap atau tanggapan manusia terhadap fenomena luar biasa yang dapat dilakukan manusia, misal ketika menyaksikan, mendengar dan membaca berita tentang manusia yang dapat memakan pecahan lampu, manusia yang menjadi kuat tahan pukul atau tahan terhadap senjata tajam (debus), manusia yang dapat berjalan diatas air , manusia yang bebas mengarungi ruang dan waktu, serta berbagai fenomena luar biasa yang dapat dilakukan manusia lainya.
Secara garis besar terdapat 3 respon atau sikap terhadap fenomena luar biasa, dikaitkan dengan ilmu bawah sadar:
- Anti Bawah Sadar : Bawah sadar adalah Tidak Sadar, bagi mereka semua yang luar biasa tidak mungkin dilakukan manusia secara sadar, kalaupun bisa dilakukan membutuhkan teknologi khusus karya manusia ataupun bantuan makhluk ghaib.
- Utilisasi Bawah Sadar : Bawah Sadar adalah Sadar, bagi mereka manusia dapat melakukan hal luar biasa dalam keadaan sadar sekalipun, namun membutuhkan kondisi tertentu dan keterlibatan Yang Maha Kuasa.
- Ekstrim Bawah Sadar : Luar Biasa adalah Bawah Sadar, bagi mereka semua hal luar biasa bisa dilakukan manusia sendiri tanpa bantuan pihak ketiga, pada dasarnya mereka sebenarnya tidak sadar.
Apapun tipikal anda, yang penting sekarang anda kaitkan semua hal diatas dengan adanya fenomena otak kiri dan otak kanan (ada juga yang menambah adanya otak tengah walaupun masih dalam perdebatan). Dominasi salah satu jenis otak pada seseorang berdampak signifikan pada respon manusia terhadap hal luar biasa yang dilakukan manusia.
Anti bawah sadar biasanya mereka yang dominan otak kiri, sedangkan ekstrim bawah sadar adalah mereka yang dominan otak kanan, sedang utilisasi bawah sadar adalah mereka yang terlatih untuk memaksimalkan otak kanan dan kiri dan menghubungkannya dengan hati nurani. Ketika seseorang sudah dapat memahami bahwa bawah sadar adalah sadar, berbeda antara sub conscious dan unconscious, maka tidak ada kamus lagi baginya untuk merespon hal luar biasa sebagai manusia yang anti bawah sadar, apalagi jika ia mencoba mengenali lebih dalam dirinya, ia akan menemukan sistem kimiawi dan sistem tubuhnya berjalan secara bawah sadar, saat ia bernafas dan mencerna makanan untuk menghasilkan energi bagi aktivitasnya, semuanya berjalan secara bawah sadar, termasuk banyak pula perilaku otomatis yang negatif maupun yang positif berjalan sebagai bawah sadar.
Semua orang yang mengenal kebaikan pasti akan menghindari dari ketidaksadaran diri, mereka akan berorientasi bahwa semua aktivitas, baik ibadah, belajar, interaksi sosial, istirahat, bekerja semuanya diupayakan dalam keadaan sadar. Sehingga mereka biasanya akan menghindarkan diri juga dari katagori manusia ekstrim bawah sadar, karena ekstrim bawah sadar sebenarnya mereka menyamakan antara bawah sadar dengan tidak sadar, mereka percaya kemampuan luar biasa dimilikinya, sekalipun dilakukannya tanpa ada kesadaran.
Harapan besar kita adalah menjadikan diri termasuk orang katagori utilisasi bawah sadar, tentunya dengan memenuhi persyaratan dengan memiliki interaksi yang kuat antara otak kiri dan otak kanan, dimana dapat digambarkan sebagai upaya memiliki corpus callosum atau jembatan otak kiri dan kanan yang relatif lebih besar serta zat seretonin didalam jembatan tersebut yang aktif. Karena kualitas jembatan otak kanan dan kiri kita inilah yang berpengaruh terhadap kreativitas, kemampuan menciptakan hal baru dan membebaskan diri dari sempitnya penjara kekakuan menuju luasnya relativitas kehidupan. Kekuatan jembatan otak kiri dan kanan ini yang menjadi sarana bagi terciptanya karya-karya besar dan luar biasa, yang akan menambah energi pengaruh dari para kreatornya.
Utilisasi bawah sadar tidak hanya memaksimalkan hubungan antara otak kiri dan otak kanan, namun mereka mengedepankan juga hubungan antara otak dengan hati nurani, walaupun kenyataan sekarang menunjukkan bahwa teknologi buatan manusia belum mampu untuk meneliti hubungan otak dengan hati nurani, mungkin proses penelitian CERN di Swiss yang melakukan penelitian partikel tuhan sedang mencoba mencari jawabannya.
Hubungan antara otak dan hati nurani inilah yang akan mempertegas pentingnya bawah sadar dalam kaitannya dengan internalisasi nilai-nilai mulia, sesuai dengan definisi integritas yang menentukan benar atau salahnya terletak pada kesesuaian semua aspek pada diri manusia dengan hati nurani, dimana hati nurani tidak pernah bohong dan tidak pernah menyarankan penyimpangan.
Meniadakan bawah sadar dalam kehidupan berarti memperkecil peluang untuk menghadirkan hati nurani dan kolaborasi luar biasa dari otak kanan dan otak kiri dalam setiap aktivitas. Memaksimalkan bawah sadar berarti membuat diri kita siap menghasilkan karya besar kehidupan dengan baik dan benar. Kehidupan telah menampilkan sejarah untuk diambil pelajarannya, tentang manusia yang mengagungkan logika tanpa mengedepankan hati nurani, mereka hanya membangun keluarbiasaan tanpa dukungan kebenaran, sehingga yang diraih adalah kehancuran.
Sejarah juga telah mencatat bagaimana kumpulan manusia yang terpenjara oleh otak kiri, maka keusangan dan kehilangan daya saing hinggap dalam kehidupannya, mereka hanya jadi pengikut, dan lebih tragisnya menjadi jajahan bagi kumpulan manusia lainnya yang lebih unggul, baik penguasaan secara langsung maupun tidak langsung. Ketika mereka sadar, bahwa hanya hal luar biasa yang dapat membebaskan mereka, kata 'tidak mungkin' telah mengungkungnya, mereka mengalami kesulitan darimana dan dengan cara apa hal luar biasa tersebut akan didapat, kadang kesadaran bahwa hal luar biasa diperlukan untuk keluar dari keterpurukan tidak pernah muncul dalam benaknya.
Manusia yang paham dan sadar akan kekuatan bawah sadar, dalam keadaan terpuruk dan dengan keterbatasan yang ada sekalipun, akan memiliki mimpi dan cita cita besar untuk melakukan perubahan keadaan. Perjuangan melawan penjajahan dan penguasaan telah memberikan pelajaran, jika mereka hanya mengandalkan logika saja, maka mereka akan mentertawakan perjuangan bambu runcing melawan senjata api, perjuangan batu oleh anak kecil melawan tank di Palestina, pertarungan David dan Goliath, pertarungan antara Jaluth dan Thalut.
Manusia anti bawah sadar hanya mengenali segala sesuatu yang bisa ditangkap oleh panca indera, mereka hanya mengandalkan pada modality yang telah ada pada diri mereka, karena mereka tidak terlatih dalam hal sub modality, yaitu penggunaan hakikat dan lebih mendalam dari panca indera yang sebenarnya panca indera tersebut mampu terhubungkan dengan otak dan hati nurani.
Ketika ditanyakan pada mereka, "Dengan apa mereka melihat?", mereka akan menjawab dengan mata, ketika disampaikan pada mereka "Bagaimana jika melihat dengan pikiran dan hati nurani?", mereka menjawab bagaimana mungkin hal tersebut akan terjadi, ketika disampaikan tentang brain wired, yaitu teknologi serat optik yang 100.000 kali lebih kecil dari teknologi serat optik yang dipakai sebagai dasar telpon seluler, dengan brain wired bisa dibuktikan secara panca indera bahwa manusia sebenarnya bisa melihat dengan pikiran dan hati nurani, barulah mereka percaya akan adanya sub modality sebagai jembatan komunikasi pancaindera dengan otak dan hati nurani lewat bawah sadar. Makanya Rhenald Kasali dalam bukunya tentang perubahan menyatakan bahwa ada manusia yang percaya setelah melihat, tetapi ada juga manusia yang tanpa melihat dapat percaya.
Manusia anti bawah sadar tidak akan pernah sampai pada kekuatan imajinasi dan impian, kekuatan yang tidak dapat diidentifikasi dengan hanya menggunakan panca indera, sehingga dalam hal riset, manusia anti bawah sadar lebih banyak melakukan pencarian pada hal yang terlihat oleh panca indera, riset-riset yang dilakukan dipenjara oleh konsep-konsep terdahulu dan dijadikan landasan berpikir secara ilmiah, mereka akan mengalami kesulitan untuk pergi dan melakukan pencarian ke masa depan.
Banyaknya manusia anti bawah sadar disuatu kumpulan manusia atau masyarakat akan menyebabkan masyarakat tersebut mengalami kesulitan melakukan lonjakan atau inovasi dalam karya mereka. Perubahan berjalan pelan, apalagi perubahan besar semacam envisioning, yaitu perubahan yang menyentuh aspek mendasar dari kumpulan masyarakat.
Imajinasi dan mimpi sebagai bahan bakar inovasi tidak banyak berkembang, padahal Einstein pernah menyatakan "Imagination more important than knowledge" artinya imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Dengan imajinasi dan mimpi pengetahuan akan berkembang dengan pesat. Namun tidak cukup dengan perkembangan pengetahuan yang pesat, maka kekuatan imajinasipun perlu didukung dengan keterlibatan hati nurani agar pesat tidak menjadi sesat.
Tidak sedikit ide atau kebebasan imajinasi kebablasan menjadi kesesatan dan tidak membawa keberkahan, malah menjadi sarana untuk datangnya musibah dan bencana, Hal tersebut dapat terjadi karena hati nurani sebagai manifestasi adanya hidayah Allah dalam diri manusia tidak dibawa dalam proses serta penggunaannya. Biasanya mereka adalah orang orang dengan katagori ekstrim bawah sadar.
Para ekstrim bawah sadar biasanya meyakini bahwa manusia mempunyai kekuatan luar biasa, dan sering disebut dengan super sadar, dimana mereka yakin sekali bahwa hal luar biasa yang dapat dilakukannya merupakan suatu kompetensi, yaitu keahlian yang sudah melekat pada dirinya, bukan sebagai bantuan atau dampak dari adanya kekuatan diluar dirinya. Apa yang dilakukan oleh Firaun merupakan contoh dari ekstrim bawah sadar, dan masih banyak tokoh lainnya yang dapat kita ambil pelajaran.
Ketika diajukan pertanyaan-pertanyaan "Bagaimana pendapat anda tentang partikel Tuhan, pantaskah untuk diteliti?". Jawaban pertanyan ini, dijamin beragam, tergantung dari yang menjawabnya termasuk katagori orang anti bawah sadar, esktrim bawah sadar atau utilisasi bawah sadar. Katagori anti bawah sadar, kemungkinan akan menjawab hal tersebut bukan sebagai kepantasan namun untuk mencari tahu demi pemenuhan tuntutan logika berpikir, bahwa segala sesuatunya harus masuk logika, termasuk didalamnya tentang Tuhan sekalipun. Katagori ekstrim bawah sadar, kemungkinan akan menjawab tidak ada yang pantas atau tidak pantas, semuanya bebas untuk diekplorasi, bagi mereka tidak ada kekuatan lain selain dirinya yang dapat membatasi. Terakhir katagori utilisasi bawah sadar kemungkinan akan mendapatkan jawaban dengan bertanya pada hati nurani. Ia akan mendapatkan hidayah seperti apa jawaban yang akan membawanya pada kebahagiaan kehidupan di dunia maupun di akhirat, orang anti bawah sadar langsung menimpali "Akhirat... ehm... emang ada?, seperti apa sih?, mari kita teliti".
Langganan:
Postingan (Atom)














