Minggu, 01 Februari 2015

PAS manfaat HAPPY FOOD EXPERIENTIAL

Pada saat anda makan di restaurant, warung dan beragam tempat makan lainnya yang siap saji, anda dapat makan dengan cepat tanpa harus menunggu, namun anda tentunya tidak mengetahui proses memasak makanan tersebut dan anda tidak mengetahui "Apakah makanan tersebut makanan kemarin yang dihangatkan dan disajikan kembali?".

Dilain tempat makan, anda perlu menunggu lama datangnya makan yang dipesan sebagai konsekuensi bahwa makanan yang akan disajikan adalah makanan yang baru dimasak, sampai ada istilah pesanan tambahan "gak pakai lama". Kepastian bahwa makanan yang disajikan adalah baru tentu anda dapatkan namun "Apakah ada jaminan proses dan bahannya?".

Kedua pola tersebut memang serba praktis terima jadi selama punya uang, namun makan adalah ritual atau kebutuhan yang sering dijalani manusia, sesuatu yang sering akan membentuk kebiasaan dan akan berdampak pada bagaimana seseorang menjalani kehidupan, kebiasan serba praktis tanpa disadari membentuk "mental serba praktis". Padahal acara makan bersama tentunya diniatkan bukan sekedar supaya perut lapar menjadi kenyang, tetapi berharap menghasilkan spirit kebersamaan, artinya ritual makan mempunyai spiritualnya. 

Antara ritual dan spiritual makan yang membedakannya adalah huruf "SPI" yang dalam konteks Taman Bahagia menjadi singkatan SUPER, PRIMER (Esensial) dan IDEALIS. Super artinya membuat makan anda mendapatkan sensasi diluar kebiasaan, Primer artinya membuat makan bersama keluarga menuai esensi utamanya yaitu spirit kebersamaan yang penuh makna, Idealis artinya apa yang dimakan (bahan dan proses memasaknya) diharapkan sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran agama (halal).


Untuk menyebarluaskan kebahagiaan dalam kegiatan makan bersama keluarga. Taman Bahagia Garut mengusung Happy Food Experiential yang dapat menjawab kebutuhan akan semua yang kita bahas di atas yaitu spiritual dari kegiatan makan bersama keluarga, yang dikemas sedemikian rupa untuk menghasilkan manfaat PAS bagi para keluarga bahagia.

Anda tentunya penasaran apa  manfaat PAS dari Happy Food Experiential di Taman Bahagia Garut, PAS merupakan singkatan dari Peduli, Alami dan Sensasional. Ketiga manfaat utama tersebut akan anda alami bersama keluarga anda karena:

1. PEDULI
a) Uang yang anda keluarkan untuk mengkonsumsi Happy Food Experiential merupakan bentuk nyata kepedualian anda terhadap pendidikan dan kebahagiaan orang lain, karena hampir sebagian besar digunakan untuk kegiatan sosial.
b) Keterlibatan semua anggota keluarga dari sejak awal proses menangkap, memetik, mengolah, memasak dan menyajikan membuat timbul kepedulian bagi mereka yang selama ini hanya tinggal menyantap makanan dan menjauhkan diri dari mentalitas serba praktis.

2. ALAMI
Taman Bahagia yang alami dan insya Allah berkah, dimana bahan makanan sebagian besar diambil dari yang ditanam dan diternak di lingkungan Taman Bahagia (Lansung petik dan panen) serta banyak kegiatan sosial dan kepedulian yang unik dilakukan di lingkungan Taman Bahagia sebagai tempat berbagi dan belajar kebahagian bagi masyarakat.

3. SENSASIONAL
Keterlibatan semua anggota keluarga dalam proses menangkap, memetik dan mengolah makanan sampai menyajikannya, selain meningkatkan kepedulian juga memberikan sensasi-sensasi khusus yang sebelumnya jarang dialami, atau memberikan memori atau kenangan indah bahagia pada kegiatan-kegiatan masa lalu yang sudah jarang dilakukan saking sibuk dan tidak mendukungnya lingkungan disekitar rumah Anda. Apalagi sebelum, saat dan selesai makan, Anda akan selalu mendapatkan inspirasi dan pencerahan dari berbagai ambience serta jendela kehidupan yang ada di Taman Bahagia. Anda dapat selfie atau berphoto bersama dengan latar belakang pesan-pesan kebaikan, sehingga album photo anda dapat diutilisasi sebagai pengingat kebaikan.
 Bagi mereka yang belum ahli memasak, jangan khawatir selama proses kegiatan akan didampingi oleh juru masak Taman Bahagia, atau dengan kata lain makan bersama keluarga di Taman Bahagia sekaligus belajar memasak.
  
Seorang eksekutif muda yang biasanya tidak pernah mengolah makan bercerita tentang sensasi Happy Food Experiential, dengan kegiatan bersama dari sejak awal, membuat ia semakin sayang sama istri dan keluarga.  Tentunya, ibu-ibu dan para istri yang ingin semakin disayang sama suami dan anak-anaknya akan langsung merekomendasikan dan membuat jadwal makan bersama keluarganya di Taman Bahagia, sekarang juga anda segera melakukan reservasi untuk mendapatkan waiting list pada urutan lebih awal.  Seorang pejabat teras yang berkunjung bersama isterinya sangat menikmati kesederhanaan dan makanan alaminya serta sensasi geli-geli digigit ikan.

Dimanapun Anda menginap saat berlibur ke Garut akan terasa kurang jika belum mengalami Happy Food Experiential di Taman Bahagia, sebelum atau setelah berbelanja aneka produk di sentra kulit Sukaregang Garut.

Selamat berbahagia dan mendapatkan manfaat lebih dari PASnya Happy Food Experiential.

Senin, 12 Januari 2015

Buah-buahan Taman Bahagia

Buah Nangka dan Mangga, petik langsung dari pohon.. menambah kecerian dan kesegaran siang anda... mari kunjungi Taman Bahagia.




.

Sup Ikan Bawal Taman Bahagia

Ikan bawal segar sangatlah lezat dan menyehatkan karena kandungan nutrisinya. Para ahli setuju, konsumsi kecil ikan bawal memberikan dampak yang sama dengan protein asam amino yang terdapat dalam jumlah kecil sayur-sayuran khusus diet.
Ikan bawal adalah salah satu daging ikan yang direkomendasikan Asosiasi Jantung Amerika. Secara umum dalam kandungannya terdapat : Omega 3, vitamin D dosis tinggi, mineral besi, seng, sodium, dan selenium. Nah, Rumah Segar Lovers, konsumsi ikan bawal akan menjaga kesehatan tubuh anda.
inilah sup ikan bawal kreasi rumah di Taman Bahagia, jika anda berminat silakan kunjungi kami. di Taman Bahagia.

Sabtu, 10 Januari 2015

GARUT HAPPY FOOD EXPERIENTIAL : MEMBERI MAKNA LEBIH DARI MAKAN BERSAMA

HAPPY FOOD EXPERIENTIAL
Rasakan bahagianya dan nikmatnya pengalaman bersama keluarga di Taman Bahagia Wanaraja Garut. Bersama keluarga dan orang-orang yang kita sayangi , menangkap, mengolah, menyajikan dan menyantapnya bersama sama ikan...makyus...alhamdulillah... 
Bisa juga untuk memperkuat silahturahmi dan soliditas tim kerja dan komunitas yang sedang berjuang bersam amewujudkan cita-cita mulia.


Tertarik silahkan reservasi terlebih dahulu.













































































Selasa, 06 Januari 2015

Cerita Taman Bahagia pada 03-04 Januari 2015

Manusia pada hakekatnya adalah mahluk sosial. Mereka tentunya membutuhkan satu sama yang lainnya. Nah pada kesempatan kali ini ada sahabat-sahabat kita dari komunitas Light of Life yang telah menyelenggarakan Smart Camp bersama anak-anak panti asuhan di Komplek Taman Bahagia dengan tema “Sharing Carrying Inspiring” pada hari sabtu s.d minggu, 3-4 Januari 2015. Acara ini di buka oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut, serta di isi oleh perwakilan BNN, Kiki Chocodot serta Sholat Centre . Agar lebih menarik panitia juga membuat Bedah film tentang pendidikan dan penampilan kreasi dari peserta.
Nah sahabat semua, panitia yang terdiri dari lulusan STKIP Garut ini tentunya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah pendidikan. Kita tentunya berharap masih banyak pihak lagi yang terus berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti ini. Dan intinya berbagi kebahagiaan itu Indah. Lanjutkan.





Senin, 05 Januari 2015

Ke mana kah Pelajar saat hari pertama sekolah tidak berjalan dengan efektif?

Hari yang berbeda dengan biasanya, Senin 05 Januari 2014 cuacanya cerah, langit pun terlihat terang benderang. Pada kesempatan ini pula, beberapa pelajar yang masuk sekolah meluangkan waktunya untuk ikut berbagi kebahagiaan di Taman Bahagia. Beberapa pelajar berasal dari SMAN 14 Garut dan sebagian lagi dari SMP Al Marpuah Pangatikan. Mereka menyempatkan diri untuk ikut terapi ikan bahagia dan masih merasakan nuansa libur. Mereka merasa senang ketika berkunjung ke Taman Bahagia. Sebelum pulang menyempatkan diri untuk memberikan kesan kebahagiaan. Semoga diberkahi dan diberi kelanacaran ya anak-anak dalam menuntut ilmunya. :-)



Minggu, 04 Januari 2015

jendela kehidupan Bahagia

Jendela kehidupan di taman bahagia ttg kebahagiaan. Variable "nuansa" yg terdiri dari "negatif" dan "positif" serta "sumbernya" yg berasal dari "luar" dan "dalam". BAHAGIA adalah nuansa kehidupan positif yg bersumber dari dalam diri, sedangkan kalau bersumber dari luar adalah NIKMAT. Nuansa kehidupan negatif yg bersumber dari dalam itulah CELAKA dan kalau bersumber dari luar itulah MUSIBAH. kemampuan manusia mengendalikan diri kata kunci utk dpt menghasilkan nuansa positif dari dalam atau kebahagiaan. Silahkan berdiri didepan cermin, pandangi mata dicermin sama mata kita dgn rileks dan fokus...akan terjadi perubahan perubahan dashyat wajah kita dlm 4 tahapan... tahap 4 anda akan melihat wajah anda menjadi cahaya yg bersinar terang sekali (dijamin pengendalian diri anda akan maksimal).. namun biasanya kebanyakan manusia bisa fokus dan rileks namun tidak tahan pada tahap kedua... ada apa dgn tahap kedua...silahkan coba sendiri...lakukan tengah malam dan sendirian...penasaran?...

Jendela kehidupan di taman bahagia ttg kebahagiaan. Variable "nuansa" yg terdiri dari "negatif" dan "positif" serta "sumbernya" yg berasal dari "luar" dan "dalam". BAHAGIA adalah nuansa kehidupan positif yg bersumber dari dalam diri, sedangkan kalau bersumber dari luar adalah NIKMAT. Nuansa kehidupan negatif yg bersumber dari dalam itulah CELAKA dan kalau bersumber dari luar itulah MUSIBAH. kemampuan manusia mengendalikan diri kata kunci utk dpt menghasilkan nuansa positif dari dalam atau kebahagiaan. Silahkan berdiri didepan cermin, pandangi mata dicermin sama mata kita dgn rileks dan fokus...akan terjadi perubahan perubahan dashyat wajah kita dlm 4 tahapan... tahap 4 anda akan melihat wajah anda menjadi cahaya yg bersinar terang sekali (dijamin pengendalian diri anda akan maksimal).. namun biasanya kebanyakan manusia bisa fokus dan rileks namun tidak tahan pada tahap kedua... ada apa dgn tahap kedua...silahkan coba sendiri...lakukan tengah malam dan sendirian...penasaran?...

Mencetak Generasi Al Qur'an bersama Rumah Tahfidz Al Islam

Pada hari Senin, 29 Desember 2014. Taman Bahagia, kedatangan Tamu Spesial dari Rumah Tahfidz Al Islam, Pasirwangi. Rombongan yang terdiri dari Guru, Siswa serta Orang Tua siswa ini akan melaksanakan pembagian Rapor serta Ikut berbagi kebahagiaan di Taman Bahagia. Pada kesempatan kali ini, para siswa juga mendapatkan motivasi supaya dapat menjadi siswa yang semangat dan bertekad untuk menjadi seorang penghafal Al Qur'an dari Kak Indra, salah seorang personil Taman Bahagia. Tidak hanya itu, para guru juga memberikan hadiah kepada siswa yang berani menampilkan kemampuannya dalam menghafal surat-surat Al-Qur'an. Satu hal yang harus kita ingat dan ambil pelajaran adalh mencintai apa yang kita lakukan agar tujuan kita tercapai. :-)




Beberapa ambiance untuk menginspirasi pengunung taman bahagia

Sabtu, 03 Januari 2015

Transformasi Berbasis IKHLAS

Keunggulan tanpa kemandirian. samakah dgn broker?. Kemandirian adalah memastikan hal utama dan strategis dipenuhi oleh kekuatan internal, outsourcing prinsipnya utk hal hal pendukung yg tdk signifikan, jika tidak memperhatikan kemandirian siap siap waktu akan merontokkan keunggulan!. ya... ketika tahapan transformasi kemandirian di loncati demi untuk seakan telah berhasil dan hebat.  Model transformasi yang disajikan kehidupan sebagai contoh ayat kauniyah untuk memberi hidayah pada manusia adalah proses perubahan dari ulat menjadi kupu-kupu yang indah, sebelum keindahan muncul ada satu proses "kepompong", yang didalamnya merupakan tahapan "kawah candra dimuka" yang jika  mampu dilalui dengan baik dan benar akan akan menghasilkan keindahan yang membahagiakan. 

Alhamdulillah pelajaran dari hal diatas, bisa menggabung berbagai konsep menjadi satu kerangka yg lebih sempurna tentang proses transformasi menuju kesempurnaan berbasis IKHLAS.

1. Ada : kita punya kemampuan, produk, karya atau kegiatan yg dilakukan sendiri yg merupakan bukti keberadaan atau eksistensi, atau kewajiban asasi manusia (KAM), Ini kata kuncinya adalah Kemandirian.

2. Kualitas : Kita bukan sekedar ada namun mulai menjamin semuanya berkualitas, ini kata kuncinya adalah Pengendalian.

3. Kepuasan : Kualitas mempertimbangkan kebutuhan orang lain atau customer, lebih banyak mendengarkan dibandingkan mempromosikan atau menjual. Kata kuncinya adalah Kebijaksanaan dan Kerendahan hati.

4. Nilai : Kita tdk hanya menyesuaikan dgn kebutuhan dan memuaskan, tetapi memastikan sesuatu itu memberikan manfaat dan minimal risikonya bagi orang lain, customer atau stake hoder, sehingga mereka loyal dan menjadi  orang yg merekomendasikan kepada orang lain. Kata kuncinya adalah Kepedulian dan kehebatan

5. Spiritual : Kepedulian dan kehebatan kita telah membuat orang lain, customer atau stakehoder menjadi advocate atau pendukung setia. Mereka mengikuti bukan untuk kepentingan atau kenikmatan tertentu tetapi dengan kebahagiaan yg mereka alami tanpa peduli apakah risiko mereka besar atau kecil, yg tertingginya adalah mereka mau mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yg telah menjadi spiritnya. Bukan lagi apa yg akan didapatkan tetapi apa yg dapat mereka kontribusikan dengan bahagia. Kata kuncinya adalah Keikhlasan.

Keikhlasan perlu dihadirkan dari sejak mengupayakan "ada", dengan keihklasan  proses transformasi setiap tahapan akan terasa membahagiakan, semua tahapan menjadi bahan baku bangunan  kebahagiaan kita. Berbicara IKHLAS ada kaitannya dengan bab NIAT.

Niat di Taman Bahagia, dijadikan zona secara khusus, untuk mengingatkan semua orang akan pentingnya IKHLAS bagi kebahagiaan hidup. IKHLAS identik  keaslian yang didasari dengan keyakinan atau keimanan yang tepat terhadap kekuatan yang melebihi kemampuan manusia, sesuatu yang seharusnya menjadi tujuan dan orientasi manusia. 

Semoga IKHLAS selalu menyertai dan menjadi warna dalam setiap aktivitas dan penggunaan sumber daya yang kita lakukan, aktivitas yang benar-benar asli, bukan pencitraan apalagi tipuan, karena itulah yang menjadi gerbang kebahagiaan. IKHLAS sangat dibutuhkan dalam transformasi, semakin tinggi dan sempurna yang akan dicapai maka akan semakin dekat dengan semakin "ketiadaan", tiada berharap balasan sepenuhnya mencari Ridho-Nya.

Pertanyaannya, Bisakah Ikhlas  berlaku di dunia profesional atau dunia bisnis?, atau pendekatan Ikhlas (spiritual)  hanya bisa berjalan di dunia sukarelawan?, tentunya akan menjadi kekuatan luar biasa, baik bagi organisasi sektor publik maupun swasta jika semakin banyak pegawai atau karyawannya yang IKHLAS.  Ini bukan tentang anti kompensasi, tetapi menempatkan kompensasi sebagai dampak dari suatu kinerja, berbicara IKHLAS bukan berarti meniadakan kompensasi. Ini adalah penyempurnaan kompensasi, menuju kompensasi yang lengkap baik material maupun spiritual.

Tidak sedikit manusia atau organisasi yang menolak hal-hal yang bernuansa spiritual, sehingga mereka hanya mampu merumuskan apa yang disebut dengan keaslian sebagai TULUS, mereka mempunyai keaslian yang tinggi namun tidak disadari dengan keimanan yang tepat, ada juga mereka yang sudah menolak spiritual namun tampil bak yang paling spiritual, biasanya karena adanya kepentingan untuk dinegosiasikan, itulah yang disebut MUNAFIK (penuh tipu daya). Dilain sisi ada juga yang sebatas CITRA, sekedar nampak atau agar dikenal luas.

Seperti apakah NIAT anda?, apapun itu yang terpenting sekarang kesadaran IKHLAS telah merasuk dalam diri kita semua dan akan mempengaruhi setiap lintasan pikiran, emosi, ucapan dan berbagai perilaku, kebiasaan hingga membudaya dalam kehidupan kita. Ingatlah IKHLAS itu membahagiakan.





Jumat, 02 Januari 2015

MOTIVASI dan ORIENTASI untuk Orang Hebat, Sukses dan Super.

MOTIVASI?... beberapa orang meremehkannya, seakan hal tersebut hanya kebutuhan orang-orang yang sedang "dalam proses menjadi" atau sedang "berjuang mencapai kesuksesan"... seakan menjadi hal yang tabu untuk diajarkan, dibahas atau disampaikan kepada kalangan dewasa apalagi untuk yang sudah sukses dan berhasil dalam karirnya.
Coba kita tengok lagi bagaimana pentingnya MOTIVASI
Kinerja = Motivasi (Kemampuan + Kesempatan + Lingkungan)
Rumusan tersebut mengajarkan bahwa tanpa motivasi (motivasi = 0) maka kinerja tidak akan pernah terwujud, sehebat apapun kemampuan, sebesar apapun kesempatan dan sekondusif apapun lingkungan. Rumus matematika menyatakan bahwa apapun yang dikalikan dengan nol hasilnya adalah nol.
Idealnya, mereka yang sukses, orang hebat dan karir tinggi, harus semakin membutuhkan motivasi, karena semakin tinggi akan semakin besar godaan serta semakin kecil semangat belajarnya (sudah merasa hebat). Satu bagian dari MOTIVASI yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang sudah hebat adalah ORIENTASI, bagaimana mereka perlu dimotivasi terus agar tetap dalam orientasi yang baik dan benar. Godaan kehebatan dan kekuasaan adalah kecenderungan untuk sombong dan berbuat sesukanya melakukan penyimpangan atau kerusakan (Power tend to corrupt).
Jadi sampai kapanpun dan semakin tinggi karir dan semakin hebat prestasi, semakin membutuhkan untuk belajar terus motivasi, khususnya terkait ORIENTASI.
Semangat Pagi...pagi...pagiiiiii...pagiiiiiiiiii.... bagus itu!


Rabu, 31 Desember 2014

Visi dan Misi Taman Bahagia


Visi

Pusat Keunggulan Ulul Albab















Misi 
Menyebarkan kebahagian dan mengajak semua manusia untuk

1. Selalu INGAT dalam berbagai situasi dengan bahagia
2. Memberi MANFAAT bagi orang lain dengan bahagia
3. Saling belajar dan menginspirasi dengan bahagia











Nilai-Nilai Komunitas Taman Bahagia
Nilai-nilai untuk mencapai tujuan Komunitas Taman Bahagia disingkat Menjadi CERIA

1. CINTA
2. Emphati
3. Responsif
4. Ikhlas
5. Amanah

















Internalisasi Nilai-Nilai


PERMANENSI PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU


Kelman (1958) dan Brigham (1991) menyebutkan adanya tiga proses sosial yang berperan dalam proses perubahan sikap dan perilaku, yaitu kesediaan (compliance), identifikasi (identification), dan internalisasi (internalization). Integritas sebagai suatu proses sosial yang ditujukan untuk mengatasi korupsi di Indonesia, dengan demikian salah satu upaya perubahannya dapat dilakukan melalui tiga proses perubahan sosial dari Kelman dan Brigham tersebut.

Kesediaan

Kesediaan terhadap integritas (Integrity Compliance) adalah ketika individu bersedia menerima pengaruh untuk berintegritas dari orang lain atau dari kelompok lain, dikarenakan ia berharap untuk memperoleh reaksi atau tanggapan positif dari pihak lain tersebut. Kesediaan semacam ini biasanya tidak berasal dari hati kecil atau hati nurani seseorang, tetapi lebih merupakan cara untuk sekedar memperoleh reaksi positif seperti pujian, dukungan, simpati dan semacamnya sambil menghindari hal-hal yang dianggap negatif, atau sering disebut sebagai pencitraan.

Perubahan perilaku terkait integritas dengan proses "kesediaan" ini tidak akan dapat bertahan lama dan biasanya hanya tampak selama tersedia reaksi positif dari perilaku integritas. Namun walaupun demikian proses "kesediaan" untuk memperoleh aksi positif tidak selalu berarti jelek, kadang hal tersebut diperlukan dalam pergaulan sosial, namun akan menjadi tidak tepat ketiga proses perubahan sosial jenis "kesediaan" menjadi orientasi dan mendapatkan prioritas tinggi dalam alokasi sumber daya dan energi.

Identifikasi

Identifikasi integritas terjadi apabila individu meniru integritas seseorang at kelompok lain dikarenakan integritas sudah sesuai dengan apa yang dianggapnya sebagai bentuk hubungan yang menyenangkan antara dia dengan yang memberikan pengaruh terkait integritas. Pada anak-anak dan orang berusia muda proses identifikasi tampak jelas, dengan mudah kita dapat mengamati adanya peniruan sikap dari model yang diidolakannya. identifikasi bukan selalu berarti meniru sikap positif yang serupa, akan tetapi dapat juga berupa pengambilan sikap yang diperkirakan a
Sebagai contoh, seorang pekerja menunjukkan perilaku berintegritas sebagaimana yang diharapkan oleh pimpinan atau atasannya, dan menjalankan nasihat serta saran atasannya tersebut dengan maksud untuk memelihara hubungan baik dengan atasan yang memiliki harapan tertentu pada dirinya.

Identifikasi dapat terjadi sekalipun integritas yang ditiru itu belum tentu sesuai dan memuaskan bagi individu yang bersangkutan, akan tetapi dikarenakan integritas itu membawa pada kepuasan hubungan dengan orang lain. Kepuasan hubungan tersebut berhubungan dengan situasi tertentu, tempat individu berada dan peran apa yang dibawakan.
Seorang pegawai akan berintegritas sebagaimana idealnya seorang pegawai di kantor, akan tetapi dia akan mengidentifikasikan integritas sebagaimana idealnya seorang ayah apabila se      h   vfmn

BAWAH SADAR ADALAH SADAR 

Ketika Anda selesai membaca judul diatas, dalam seketika muncul pemahaman bahwa bawah sadar adalah bagian dari sadar. Seiring dengan keluar dan masuk nafas serta semakin fokus diri anda, membuat pemahaman tersebut semakin kuat dan mengkristal dalam keyakinan.

Anda penasaran untuk semakin mengenali fenomena bawah sadar dan tidak sadar, hal tersebut didorong oleh kenyataan di masyarakat yang masih sering menyatukan antara bawah sadar dengan tidak sadar. Penasaran seperti itu, akan terjawab ketika kita mengembalikan kepada asal katanya.

Sadar dan tidak sadar berasal dari kata conscious dan unconscious, sedangkan bawah sadar adalah sub conscious, pada prakteknya sering kali sub conscious atau bawah sadar disamakan dengan unconscious (tidak sadar), padahal bawah sadar adalah sadar juga, makanya disebut bagian dari sadar (sub conscious), hanya memang bawah sadar merupakan fenomena sadar yang memiliki kondisi yang khas dan keunikan tersendiri yang dapat diutilisasi baik untuk hal positif maupun yang negatif.


Pernahkah anda mendengar, melihat dan mengalami peristiwa bawah sadar?, pikiran anda langsung ingat akan cerita seseorang yang dapat melewati pagar yang tinggi saat dikejar anjing, atau anda punya pengalaman sendiri dimana anda mampu melakukan sesuatu yang luar biasa, dan pikiran anda bertanya "kok bisa yah?", atau dilain kesempatan anda mencobanya kembali namun tidak berhasil. Mungkin anda bertanya  "Fenomena tersebut  bawah sadar atau tidak sadarkah?".

Keberagaman pengetahuan tentang bawah sadar dan tidak sadar, menimbulkan keberagaman sikap atau tanggapan manusia terhadap fenomena luar biasa yang dapat dilakukan manusia, misal ketika menyaksikan, mendengar dan membaca berita tentang manusia yang dapat memakan pecahan lampu, manusia yang menjadi kuat tahan pukul atau tahan terhadap senjata tajam (debus), manusia yang dapat berjalan diatas air , manusia yang bebas mengarungi ruang dan waktu, serta berbagai fenomena luar biasa yang dapat dilakukan manusia lainya.

Secara garis besar terdapat 3 respon atau sikap terhadap fenomena luar biasa, dikaitkan dengan ilmu bawah sadar:
  1. Anti Bawah Sadar : Bawah sadar adalah Tidak Sadar, bagi mereka semua yang luar biasa tidak mungkin dilakukan manusia secara sadar, kalaupun bisa dilakukan membutuhkan teknologi khusus karya manusia ataupun bantuan makhluk ghaib.
  2. Utilisasi Bawah Sadar : Bawah Sadar adalah Sadar, bagi mereka manusia dapat melakukan hal luar biasa dalam keadaan sadar sekalipun, namun membutuhkan kondisi tertentu dan keterlibatan  Yang Maha Kuasa.
  3. Ekstrim Bawah Sadar :  Luar Biasa adalah Bawah Sadar, bagi mereka semua hal luar biasa bisa dilakukan manusia sendiri tanpa bantuan pihak ketiga, pada dasarnya mereka sebenarnya tidak sadar.

Apapun tipikal anda, yang penting sekarang anda kaitkan semua hal diatas dengan adanya fenomena otak kiri dan otak kanan (ada juga yang menambah adanya otak tengah walaupun masih dalam perdebatan). Dominasi salah satu jenis otak pada seseorang berdampak signifikan pada respon manusia terhadap hal luar biasa yang dilakukan manusia.


Anti bawah sadar biasanya mereka yang dominan otak kiri, sedangkan ekstrim bawah  sadar adalah mereka yang dominan otak kanan, sedang utilisasi bawah sadar adalah  mereka yang terlatih untuk memaksimalkan otak kanan dan kiri dan menghubungkannya dengan hati nurani.  Ketika seseorang sudah dapat memahami bahwa bawah sadar adalah sadar, berbeda antara sub conscious dan unconscious, maka tidak ada kamus lagi baginya untuk merespon hal luar biasa sebagai manusia yang anti bawah sadar, apalagi jika ia mencoba mengenali lebih dalam dirinya, ia akan menemukan sistem kimiawi dan sistem tubuhnya berjalan secara bawah sadar, saat ia bernafas dan mencerna makanan untuk menghasilkan energi bagi aktivitasnya, semuanya berjalan secara bawah sadar, termasuk banyak pula perilaku otomatis yang negatif maupun yang positif berjalan sebagai bawah sadar.



Semua orang yang mengenal kebaikan pasti akan menghindari dari ketidaksadaran diri,  mereka akan berorientasi bahwa semua aktivitas, baik ibadah, belajar, interaksi sosial, istirahat, bekerja semuanya diupayakan dalam keadaan sadar. Sehingga mereka biasanya akan menghindarkan diri juga dari katagori manusia ekstrim bawah sadar, karena ekstrim bawah sadar sebenarnya mereka menyamakan antara bawah sadar dengan tidak sadar, mereka percaya kemampuan luar biasa dimilikinya, sekalipun dilakukannya tanpa ada kesadaran.

Harapan besar kita adalah menjadikan diri termasuk orang katagori  utilisasi bawah sadar, tentunya dengan memenuhi persyaratan dengan memiliki interaksi yang kuat antara otak kiri dan otak kanan, dimana dapat digambarkan sebagai upaya memiliki corpus callosum  atau jembatan otak kiri dan kanan yang relatif lebih besar serta zat seretonin didalam jembatan tersebut yang aktif. Karena kualitas jembatan otak kanan dan kiri kita inilah yang berpengaruh terhadap kreativitas, kemampuan menciptakan hal baru dan membebaskan diri dari sempitnya penjara kekakuan menuju luasnya relativitas kehidupan.  Kekuatan jembatan otak kiri dan kanan ini yang  menjadi sarana  bagi terciptanya karya-karya besar dan luar biasa, yang akan menambah energi pengaruh dari para kreatornya.

Utilisasi bawah sadar tidak hanya memaksimalkan hubungan antara otak kiri dan otak kanan, namun mereka mengedepankan  juga hubungan antara otak dengan hati nurani, walaupun kenyataan sekarang menunjukkan bahwa teknologi buatan manusia belum mampu untuk meneliti hubungan otak dengan hati nurani, mungkin proses penelitian CERN di Swiss yang melakukan penelitian partikel tuhan sedang mencoba mencari jawabannya.

Hubungan antara otak dan hati nurani inilah yang akan mempertegas pentingnya bawah sadar dalam kaitannya dengan   internalisasi nilai-nilai mulia, sesuai dengan definisi integritas yang menentukan benar atau salahnya terletak pada kesesuaian semua aspek pada diri manusia dengan hati nurani, dimana hati nurani tidak pernah bohong dan tidak pernah menyarankan penyimpangan.

Meniadakan  bawah sadar dalam kehidupan berarti memperkecil peluang untuk menghadirkan hati nurani dan kolaborasi luar biasa dari otak kanan dan otak kiri dalam setiap aktivitas. Memaksimalkan bawah sadar berarti membuat diri kita siap menghasilkan karya besar kehidupan dengan baik dan benar. Kehidupan telah menampilkan sejarah untuk diambil pelajarannya, tentang manusia yang mengagungkan logika tanpa mengedepankan hati nurani, mereka hanya membangun keluarbiasaan tanpa dukungan kebenaran, sehingga yang diraih adalah  kehancuran.

Sejarah juga telah mencatat bagaimana kumpulan manusia yang terpenjara oleh otak kiri, maka keusangan dan kehilangan daya saing hinggap dalam kehidupannya,  mereka hanya jadi pengikut, dan lebih tragisnya menjadi jajahan bagi kumpulan manusia lainnya yang lebih unggul, baik penguasaan secara langsung maupun tidak langsung. Ketika mereka sadar, bahwa hanya hal luar biasa yang dapat membebaskan mereka, kata 'tidak mungkin' telah mengungkungnya, mereka mengalami kesulitan darimana dan dengan cara apa hal luar biasa tersebut akan didapat, kadang kesadaran bahwa hal luar biasa diperlukan untuk keluar dari keterpurukan tidak pernah  muncul dalam benaknya.

Manusia yang paham dan sadar akan kekuatan bawah sadar, dalam keadaan terpuruk dan dengan keterbatasan yang ada sekalipun, akan memiliki mimpi dan cita cita besar untuk melakukan perubahan keadaan. Perjuangan melawan penjajahan dan penguasaan telah memberikan pelajaran, jika mereka hanya mengandalkan logika saja, maka mereka akan mentertawakan perjuangan bambu runcing melawan senjata api, perjuangan batu oleh anak kecil melawan tank di Palestina, pertarungan David dan Goliath, pertarungan antara Jaluth dan Thalut.

Manusia anti bawah sadar hanya mengenali segala sesuatu yang bisa ditangkap oleh panca indera, mereka hanya mengandalkan pada modality yang telah ada pada diri mereka, karena mereka tidak terlatih dalam hal sub modality, yaitu penggunaan hakikat dan lebih mendalam dari panca indera yang sebenarnya panca indera tersebut mampu terhubungkan dengan otak dan hati nurani.

Ketika ditanyakan pada mereka, "Dengan apa mereka melihat?", mereka akan menjawab dengan mata, ketika disampaikan pada mereka "Bagaimana jika melihat dengan pikiran dan hati nurani?", mereka menjawab bagaimana mungkin hal tersebut akan terjadi, ketika disampaikan tentang brain wired, yaitu teknologi serat optik yang 100.000 kali lebih kecil dari teknologi serat optik yang dipakai sebagai dasar telpon seluler, dengan brain wired bisa dibuktikan secara panca indera bahwa manusia sebenarnya bisa melihat dengan pikiran dan hati nurani, barulah mereka percaya akan adanya sub modality sebagai jembatan komunikasi pancaindera dengan otak dan hati nurani lewat bawah sadar. Makanya Rhenald Kasali dalam bukunya tentang perubahan menyatakan bahwa ada manusia yang percaya setelah melihat, tetapi ada juga manusia yang tanpa melihat  dapat percaya.

Manusia anti bawah sadar tidak akan pernah sampai pada kekuatan imajinasi dan impian, kekuatan yang tidak dapat diidentifikasi dengan hanya menggunakan panca indera, sehingga dalam hal riset, manusia anti bawah sadar lebih banyak melakukan pencarian pada hal yang terlihat oleh panca indera, riset-riset yang dilakukan dipenjara oleh konsep-konsep terdahulu dan dijadikan landasan berpikir secara ilmiah, mereka akan mengalami kesulitan untuk pergi dan melakukan pencarian ke masa depan.

Banyaknya manusia anti bawah sadar disuatu kumpulan manusia atau masyarakat akan menyebabkan masyarakat tersebut mengalami kesulitan melakukan lonjakan atau inovasi dalam karya mereka. Perubahan berjalan pelan, apalagi perubahan besar semacam envisioning, yaitu perubahan yang menyentuh aspek mendasar dari kumpulan masyarakat.

Imajinasi dan mimpi sebagai bahan bakar inovasi tidak banyak berkembang, padahal Einstein  pernah menyatakan "Imagination more important than knowledge" artinya imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Dengan imajinasi dan mimpi pengetahuan akan berkembang dengan pesat. Namun tidak cukup dengan perkembangan pengetahuan yang pesat, maka kekuatan imajinasipun perlu didukung dengan keterlibatan hati nurani agar pesat tidak menjadi sesat.

Tidak sedikit ide atau kebebasan imajinasi kebablasan menjadi kesesatan dan tidak membawa keberkahan, malah menjadi sarana untuk datangnya musibah dan bencana, Hal tersebut dapat terjadi karena hati nurani sebagai manifestasi adanya hidayah Allah dalam diri manusia tidak dibawa dalam proses serta penggunaannya. Biasanya mereka adalah orang orang dengan katagori ekstrim bawah sadar.

Para ekstrim bawah sadar biasanya meyakini bahwa manusia mempunyai kekuatan luar biasa, dan sering disebut dengan super sadar, dimana mereka yakin sekali bahwa hal luar biasa yang dapat dilakukannya merupakan suatu kompetensi, yaitu keahlian yang sudah melekat pada dirinya, bukan sebagai bantuan atau dampak dari adanya kekuatan diluar dirinya. Apa yang dilakukan oleh Firaun merupakan contoh dari ekstrim bawah sadar, dan masih banyak tokoh lainnya yang dapat kita ambil pelajaran. 

Ketika diajukan pertanyaan-pertanyaan "Bagaimana pendapat anda tentang partikel Tuhan, pantaskah untuk diteliti?". Jawaban  pertanyan ini, dijamin beragam, tergantung dari yang menjawabnya termasuk katagori orang  anti bawah sadar, esktrim bawah sadar atau utilisasi bawah sadar. Katagori anti bawah sadar, kemungkinan akan menjawab hal tersebut bukan sebagai kepantasan namun untuk mencari tahu demi pemenuhan tuntutan logika berpikir, bahwa segala sesuatunya harus masuk logika, termasuk didalamnya tentang Tuhan sekalipun. Katagori ekstrim bawah sadar, kemungkinan akan  menjawab tidak ada yang pantas atau tidak pantas, semuanya bebas untuk diekplorasi, bagi mereka tidak ada kekuatan lain selain dirinya yang dapat membatasi. Terakhir katagori utilisasi  bawah sadar kemungkinan akan mendapatkan jawaban dengan bertanya pada hati nurani.  Ia akan mendapatkan hidayah seperti apa jawaban yang akan membawanya pada kebahagiaan kehidupan di dunia maupun di akhirat, orang anti bawah sadar langsung menimpali "Akhirat... ehm... emang ada?, seperti apa sih?, mari kita teliti".


"Setelah baby boomer, gen X, gen Y, sekarang akan masuk gen Z, yaitu generasi bahagia, generasi yang kembali kepada nilai-nilai universal sesuai dengan yang Allah kehendaki...Generasi Rabbani"

Pernyataan tersebut akan terwujud atau tidak tergantung dari bagaimana kita menyusun rencana dan mengisi lintasan waktu kita kedepan dengan berbagai program dan aktivitas yang dapat mewujudkan terbentuknya "generasi Z"

GEMAS NGASO BAHAGIA 
Geledah Masalah Ngaji Solusi Bahagia

  1. Peserta berpasangan menjadi satu kelompok untuk berdiskusi dan menentukan siapa yang paling patut di teladani terkait pendidikan anak dari tokoh dalam cerita sebagai berikut :

Pak Umar Bakri bapak dari Ujang, Pak Umar Bakri berharap anaknya menjadi dokter, sehingga dari sejak kecil selalu ditanamkan disiplin waktu dengan berbagai aturan yang ketat. Pak Umar Bakri membiasakan Ujang untuk :
  1. Setiap hari Ujang harus membaca buku minimal 10 halaman
  2. Setiap hari belajar di meja belajar saat jam belajar masyarakat (antara jam 19.00 sampai jam 21.00) 
  3. Pada saat bermain maupun setelahnya, alat permainannya harus selalu rapih dan tidak rusak
Kebiasaan tersebut dilakukan agar Ujang menjadi anak yang pintar dan terbiasa teratur dan bertanggung jawab.  Pak Umar Bakri sudah membeli banyak buku dan alat permainan untuk Ujang. Pak Umar Bakri sering pula membantu dengan membacakan buku dan ikut bermain agar Ujang semangat belajar, Namun semakin hari Ujang merasa bosan dan semakin malas belajar, padahal Ujang termasuk anak yang aktif dan banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak biasa dilakukan oleh anak seusianya

Desa tempat Ujang tinggal, merupakan desa yang generasi tuanya merupakan pekerja seni, baik tari, nyanyian, lukisan maupun kerajinan. Namun sejak perkembangan teknologi multi media, terutama televisi dan internet membuat kebiasaan berkesenian semakin berkurang peminatnya, sehingga anak-anak segenerasi dengan Ujang, kalaupun mereka tampil dan belajar semua seni tersebut baik disekolah maupun sangar seni, sekedar rutinitas sebagai kewajiban dan keinginan untuk menyenangkan orang tuanya yang akan ditampilkan dalam setiap perayaan 17 Agustusan atau perayaan-perayaan keluarga seperti pernikahan dan khitanan. Ujang dan kawan-kawan melakukan kegiatan seni sebatas gerakan dan suara yang mereka tidak menjiwai makna dan spirit dari  kegiatan seninya.

Desa tempat Ujang tinggal kebetulan menjadi tempat praktek kuliah kerja mahasiswa tentang Pendidikan dan Keluarga Bahagia. Salah satu mahasiswa itu adalah Hanif, yang melakukan kunjungan ke Rumah Pak Umar Bakri. Kesempatan tersebut digunakan Pak Umar Bakri untuk berkonsultasi tentang Ujang yang bosan dan malas belajar. 
Hanif sangat ahli dalam mendongeng, sehingga ia bersedia membantu Pak UmarBakri untuk meningkatkan semangat belajar Ujang dengan berbagai cerita menarik, sekaligus juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, peduli, adil, dan berbagai nilai kebaikan lainnya. Selain melalui dongeng Hanif juga terkadang menggunakan media film, wayang, boneka untuk membuat dongengnya semakin menarik.  Pak Umar Bakri sangat senang sekali dan yakin anaknya akan semangat belajar lagi.

Hanif berinisiatif melakukan pendekatan secara komprehensif, Ia berasumsi bahwa malasnya Ujang belajar bisa jadi karena metode pembelajaran disekolah. Saat datang ke sekolah tempat Ujang belajar, Hanif bertemu dengan Pak Gembira, salah seorang  guru Ujang disekolah, Pak Gembira seorang guru teladan karena kemampuannya untuk menghasilkan berbagai multi media pembelajaran dengan teknologi yang canggih, diantaranya dengan berbagai permainan aplikasi tentang nilai-nilai kebaikan melalui aplikasi dikomputer dan handphone yang sangat menarik.

Melihat kemampuan Pak Gembira, maka Hanif berubah asumsi tentang metode pembelajaran disekolah, Hanif malah berencana berkolaborasi dengan Pak Gembira untuk mengatasi masalah malas belajarnya Ujang. Saat diskusi antara Hanif dan Pak Gembira muncul kesimpulan bersama bahwa yang dialami oleh Ujang banyak pula dialami oleh murid-murid lainnya.

Pak Gembira, Pak Umar Bakri dan Hanif berdiskusi untuk membuat solusi bersama. Kebetulan Pak Bakri mempunyai rumah dan halaman yang luas, dari pertemuan tersebut disepakati untuk membuat RUMAH BAHAGIA, rumah Pak Umar Bakri selain sebagai rumah dibuat menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat untuk pendidikan anak dan keluarga bahagia, berupa taman untuk bermain dan belajar sebagai pelengkap pembelajaran bagi sekolah-sekolah yang dekat dengan rumah Pak Umar Bakri.

Pak Gembira dan Hanif bekerja sama memulai untuk membuat RUMAH BAHAGIA dapat berjalan secara efektif. Mereka berkontribusi dengan waktu dan kemampuan yang mereka miliki, hingga RUMAH BAHAGIA dapat menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.

2. Selanjutnya peserta membentuk kelompok berdasarkan pilihan tokohnya kemudian:
  1. Diskusikan dalam kelompok masing-masing mengapa tokoh yang dipilihnya adalah yang paling layak untuk diteladani
  2. Yakinkan kelompok lainnya, mengapa tokoh tersebut yang paling layak untuk diteladani
  3. Diskusikan dalam kelas tokoh ideal yang paling patut diteladani.

3.   Kegiatan dilanjutkan dengan lomba belajar tentang “apa saja aktivitas dengan pendekatan SAKTI (Simple, Akurat, Konsentrasi, Total & Implementatif) dan SUPER (Simple, Unik, Pola, Energi dan Rahasia) yang dibutuhkan di RUMAH BAHAGIA?”

Minggu, 12 Oktober 2014

Workshop Guru Bahagia


Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 86. Taman Bahagia mengadakan Workshop Guru Bahagia.
Dengan Acara :
1. Diskusi Interaktif bersama
Dr. H. Nizar Alam Hamdani, S.E. M.M. M.T. M.Si (Ketua STKIP Garut)
dr. H. Helmi Budiman (Wakil Bupati Garut)
2. Deklarasi Guru Bahagia
Waktu dan Tempat :
Minggu, 26 Oktober 2014
Pukul 08.00 s.d 12.00 di Aula Taman Bahagia
Kp. Samangen, Desa Wanajaya Kec. Wanaraja
HTM : Rp 15.000 (Snack + Sertifikat)
Waktu dan Pendaftaran : 13 s.d 23 Oktober 2014
Ketik : REG _ NAMA_SEKOLAH / KAMPUS
Info dan pendaftaran :
Indra 08992727531, Zaki 089630922595, Dewi 082115314206
*Peserta ditujukan untuk Guru serta  Mahasiswa Pendidikan
**Kuota Peserta Terbatas hanya untuk 50 Orang Pendaftar Pertama
***Bagi peserta yg menyampaikan
1) Artikel guru bahagia (minimal 3 halaman spasi 1.5 huruf arial 11)
2) Karya lainnya terkait guru bahagia (puisi, lagu, karya lainnya) tiket masuk gratis dan mendapatkan door prize.